Diam Itu EMAS


Kata orang diam itu emas mungkin itu ada benernya tetapi banyak orang menganggap orang diam itu penuh dengan masalah. Orang diam dianggap tidak dapat bersosialisasi dengan baik, susah bergaul, tidak dapat berbicara (sulit berkomunikasi), dan pemalu. Pandangan-pandangan seperti itu adakalanya benar. Akan tetapi, seringkali pandangan-pandangan yang semacam itu kurang dapat menggambarkan sosok orang pendiam itu. Menurut saya, justru pandangan-pandangan itu yang membuat banyak masalah timbul pada orang pendiam.

Anda yang sebenarnya mencoba menjauhi orang-orang pendiam, bukan orang-orang pendiam yang mencoba untuk menjauhi Anda. Barangkali Anda sering mengatakan, “Orang pendiam itu tidak asyik diajak mengobrol, kalau diajak mengobrol tidak banyak merespon”. Selain itu seperti dosen-dosen saya juga ikut-ikutan menyatakan bahwa “orang pendiam itu selalu pasif dalam diskusi”. Saya memang orang pendiam, tetapi saya juga banyak dibenci teman-teman saya karena selalu menyebalkan saat diskusi kelompok. Bukan karena kediaman saya, tetapi karena argumen-argumen dan pendapat saya yang seringkali banyak dibantah oleh teman-teman saya. Akhirnya terjadilah diskusi dan debat (itu bagian yang seru, yang sebenarnya saya cari).

Apakah Anda akan mencoba untuk mengajak berbicara dengan orang pendiam?
Istilah “mati gaya”, tampaknya tepat. Anda bayangkan jika ada teman Anda yang seorang pendiam, Anda ajak berkumpul dengan orang-orang banyak dalam suatu kerumunan. Sementara anda sibuk berbicara dengan teman Anda yang lain. Yang timbul adalah “mati gaya”, hanya diam terpaku dalam suasana ramai. Itulah mengapa orang lebih suka diam dalam kondisi ramai.

Saya pernah suatu kali berbicara dengan orang yang pendiam. Sangat lebih pendiam daripada saya. Kemudian saya ajak mengobrol dengan menyatakan beberapa hal. Saya yang orang pendiam justru merasa tidak canggung dan lancar-lancar saja berbicara dengan orang pendiam. Bukan malah kesulitan untuk mengembangkan obrolan. Artinya orang pendiam juga enak kog diajak berdiskusi tentang suatu hal.

Yang hanya ada dibenak seorang pendiam ketika mengobrol dengan orang lain. Bukan hendak menyuruh ingin cepat-cepat orang itu pergi. Tetapi apakah Anda bisa menjadi teman saya dan mengenal saya lebih dalam. Jika Anda mencoba telaten dan mengenal lebih jauh, sesungguhnya orang pendiam itu menyenangkan untuk dijadikan best friend.Karena listening response yang cukup baik, dan Anda betah bercerita banyak hal yang Anda suka tanpa akan diintervensi oleh orang tersebut. Orang pendiam itu pada umumnya setia.

Ada banyak manfaat yang dapat Anda peroleh ketika berbicara dengan orang pendiam. Anda dapat melatih kesabaran, ketelatenan, dan komunikasi. Jangan sekali-kali pula bertanya dengan dengan kalimat pertanyaan closed question. Hasilnya adalah jawaban-jawaban singkat, seperti ya atau tidak, baik, oke, iya saya mengerti. Anda dapat berlatih mengembangkan open question. Begitulah supaya tidak terasa membosankan dan monoton.

Bukan Introvert
Mengidentikkan orang yang pendiam dengan kepribadian introvert, sepertinya kurang tepat. Introvert, seperti yang diungkapkan oleh C.G. Jung (1921), merupakan suatu sikap dimana seseorang lebih mengarahkan dunianya ke dalam dirinya, ketimbang dunia yang berada di luar dirinya. Alhasil seorang introvert memang tampak terlihat seperti seorang yang pendiam.

Introvert personality adalah suatu karakter pribadi yang bersifat individu dan biasanya lebih pendiam dan tertutup, sedikit bicara dan lebih suka menjadi pendengar yang baik dalam suatu kelompok atau lebih suka menyendiri di rumah daripada harus berkumpul dengan orang lain, atau berjam-jam duduk di depan komputer. Tapi tidak semua introvert bersikap seperti itu, tidak sedikit orang introvert yang suka berkelompok dan membicarakan sesuatu dengan temannya walaupun kebanyakan hanya suka membicarakan atau melakukan hal-hal yang dianggapnya bermanfaat atas berbagai alasan. (http://www.urlfan.com/local/psychology_personality_2/77452026.html)

Apakah seorang pendiam juga pasti introvert? Tampaknya tidak. Ada juga pendiam yang ekstrovert. Minat dengan aktivitas-aktivitas altruistik, yang berhubungan dengan sosial masyarakat. Ada juga pendiam yang pandai berkomunikasi, ahli negoisasi, aktris atau aktor, seorang guru atau dosen yang handal, seorang ayah atau ibu yang sangat baik dalam mendidik putra-putrinya.

Orang Pendiam Tidak Selalu Tertutup
Bagaimana membuat orang pendiam mau bercerita dan terbuka pada Anda? Masuklah ke dalam alam pikiran dan perasaannya. Bayangkan jika Anda menjadi pribadi yang pendiam disana. Menyuruh seorang pendiam secara eksplisit dengan kata, “terbukalah pada saya”. Justru sulit membuatnya terbuka. Tapi cobalah lebih dahulu membuka percakapan, membuatnya dalam kondisi nyaman dan aman dengan Anda. Jangan pula menunjukkan bahwa Anda termasuk orang yang sibuk (sesibuk apapun Anda). Seorang pendiam dengan senangnya akan bercerita dan terbuka pada Anda, apabila Anda memancingnya denga responsif keterbukaan dan cerita-cerita yang Anda miliki.

Asal Mula Pendiam
Jika pribadi pendiam ini berasal dari pola pendidikan orang tua dahulu. Kok saya pikir tidak begitu ya. Misalkan di keluarga saya saja, yang terlihat pendiam barangkali hanya saya. Bagaimana seorang orang tua, bisa mendidik anak yang berbeda-beda sifat dan karakternya. Saya merasa ini adalah suatu anugerah yang luar biasa.

Pendiam itu sebuah akumulasi dari pengalaman-pengalaman pribadi dari usia dini hingga pembentukan konsep diri di fase remaja akhir. Karakter pendiam tidak lahir dari bayi hingga akhir masa perkembangan individu. Karakter ini bisa lahir justru di tengah-tengah masa perkembangan atau bahkan diakhir masa perkembangan saja bahkan bisa hanya dalam kondisi-kondisi tertentu. Artinya, seorang pendiam pun bisa mengubah bentuknya menjadi seorang yang tidak pendiam, dapat pula menjadi cerewet tergantung pada pengkondisian.

Kepribadian pendiam itu berasal dari penafsiran yang kurang tepat terhadap suatu obyek. Lalu, penafsiran itu seringkali diulang-ulangi pada obyek yang berbeda-beda tetapi dengan perlakuan yang sama. Misalkan, saya berprasangka bahwa saya akan dianggap salah ketika berbicara dimuka umum. Maka, saya memilih untuk diam. Lalu dalam kondisi lain yang berbeda dan obyek berbeda, saya memberlakukan keputusan diam itu. Dan dlam kondisi lain pula. Secara perlahan-lahan, Anda dapat menjadi orang yang pendiam. Jadi diam itu adalah pilihan.

Selain penafsiran, pengalaman-pengalaman masa lalu juga demikian berpengaruh. Kekecewaan atas seseorang atau suatu hal, kejadian yang sangat memukul, seperti kehilangan orang yang sangat Anda cintai. Perasaan neurotis yang berlebihan, seperti ketakutan untuk menjawab suatu pernyataan (dianggap tidak etis). Nilai-nilai budaya dan tekanan-tekanan dari dunia luar untuk menjadikan orang tersebut sesuai dengan keinginannya.

Ditinjau dari teori behavioristik, tingkah laku awal dibentuk dengan pengkondisian lingkungan (conditioning). Lalu pembiasaan sehari-hari (habit), kemudian berubah menjadi traits (sifat), dan jika sudah mendarah daging atau terinternalisasi maka sifat itu berbah menjadi kepribadian (personality). Ketika pendiam diidentifikasikan sebagai suatu kepribadian. Berarti susunannya sudah menjadi kompleks dan menjadi sulit untuk diubah. Karena material penyusun suatu kepribadian berasal dari berbagai struktur. Tetapi, bukan berarti tidak bisa diubah. Kondisikan untuk tidak diam, seorang pendiam tidak akan dalam kondisi diam jika Anda mengajaknya melakukan sesuatu atau mengobrol tentang sesuatu.

Jika Diam adalah Konsep Diri 

Seseorang yang menjadikan pribadi pendiam sebagai suatu konsep diri yang telah terbentuk di fase remaja akhir. Konsep diri yang terbentuk itu sebenarnya telah melalui pertimbangan-pertimbangan atas konsekuensi-konsekuensi yang muncul apabila seseorang itu memilih untuk menjadi pendiam. Ini sah-sah saja, dan tidak layak untuk mengkategorikan suatu karakter pendiam masuk dalam konsep diri yang negatif.

Seseorang yang mengenali dirinya sebagai seorang pendiam dan menjadikannya sebagai konsep diri. Justru juga mempunyai respon-respon baik dan senang menjadi orang yang pendiam. Daripada menjadi orang yang tidak pendiam atau bahkan cerewet. Memaksa orang pendiam untuk tidak diam berarti mengubah kesenangannya. Anda termasuk orang yang kurang dapat menyenangi orang pendiam. Sesungguhnya jika begitu, Anda yang kesulitan untuk bergaul dengan orang-orang lain. Bukan orang pendiam yang kesulitan bergaul dengan Anda. Orang pendiam dapat bergaul dengan siapapun dengan baik. Tinggal bagaimana orang paham dengan karakteristik orang pendiam (tanda tanya?)

Dalam suatu situasi, karakter pendiam memang sangat sekali dibutuhkan. Seorang pendiam mempunyai kecenderungan untuk lebih suka mendengarkan daripada berbicara. Dalam beberapa pekerjaan, karakter pendiam (baik situasional ataupun kecenderungan menetap) dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan yang membutuhkan kecermatan dalam pengamatan dan kepekaan pendengaran. Misalkan, seorang konselor, laboran, observer, juri, wasit. Jika seorang tidak masuk dalam situasi pendiam, pekerjaan-pekerjaan yang menutut kefokusan itu akan sulit untuk dikerjakan.

Saling Melengkapi
Orang diam bagi saya, dilahirkan untuk melengkapi orang dengan pribadi yang cerewet (suka berbicara berlebihan). Jumlah orang pendiam dan orang cerewet memang minoritas ketimbang orang normal* (tidak pendiam dan tidak cerewet.)

*Sebenarnya memang terlalu munafik apabila seorang individu hanya dikotakkan dalam dua sifat; pendiam atau cerewet. Lalu yang tidak termasuk didalamnya di sebut apa (tanda Tanya?). Itulah mengapa saya menggunakan istilah normal. Bukan berarti orang yang pendiam atau orang cerewet dapat disebut dengan abnormal (tidak normal). Tetapi, untuk menggantikan karakter orang pada umumnya saja.

Orang pendiam seperti saya sebenarnya mengharapkan pasangan saya tidak diam seperti saya. Jika diam dipasangkan dengan orang yang cerewet bagi saya bisa saling melengkapi. Itulah mengapa saya merasa nyaman jika berhubungan dengan orang yang banyak tingkah dan bicara (cerewet). Selain itu pula penting bagi orang cerewet untuk dikontrol agar tidak kebablasan cerewetnya. Dan agar yang pendiam tidak selamanya menjadi pendiam. Hanya saja belum tentu begitu..:)

Sumber :

http://himcyoo.wordpress.com/2011/04/19/diam-itu-emas/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s