Hidrolisis Garam


Tujuan:

Menentukan sifat larutan garam, asam, dan basa.

Landasan Teori:

Reaksi asam dan basa menghasilkan garam. Asam terdiri dari asam kuat dan asam lemah. Demikian juga basa, ada yang termasuk ke dalam basa kuat ada juga yang merupakan basa lemah. Beberapa contoh asam kuat: H2SO4 (asam sulfat) HCl (asam klorida) HBr (asam bromide) HI (asam Yodida) HNO3 (asam nitrat)  HClO3 (asam klorat) HClO4 (asam perklorat) Beberapa contoh basa kuat Li(OH)2 (lithium hidroksida) NaOH (natrium hidroksida) KOH (kalium hidroksida) Ca(OH)2 (kalsium hidroksida) Ba(OH)2 (barium hidroksida) RbOH (rubidium hidroksida) Sr(OH)2 (stronsium hidroksida)

Sifat- sifat larutan garam

Sifat-sifat larutan garam ada 3 macam yaitu :

1. Larutan garam yang bersifat netral yaitu garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat atau terbentuk dari asam lemah dan basa lemah. Contoh : NaCl , CH3, COONH4

2. Larutan garam yang bersifat asam yaitu garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah. Contoh : NH4Cl, Al2 (SO4)3

3. Larutan garam yang bersifat basa yaitu garam yang terbentuk dari basa kuat dan asam lemah. Contoh : CH3COONa, Na2CO3

4. Larutan garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah dapat bersifat asam,basa    netral. Karena garam ini terhidrolisis sempurna, maka harga pH bukan tergantung pada konsentrasi garamnya, tetapi bergantung pada harga Ka dan Kb-nya.

a. Jika K a = K b ,larutan garam bersifat netral (pH=7)

b. Jika K a = K b ,larutan garam bersifat asam (pH<7)

c. Jika K a = K b ,larutan garam bersifat basa (pH>7)

Garam terdiri dari 4 jenis, yaitu :

1. Terbentuk dari asam kuat dan basa kuat ,bersifat netral contohnya NaCl, K2SO4

2. Terbentuk dari asam kuat dan basa lemah ,bersifat asam, contohnya NH4Cl dan Al2(SO4)3

3. Terbentuk dari asam lemah dan basa kuat , bersifat basa, contohnya   CH3COONa, HCOOK, Na2CO3

4. Terbentuk dari asam lemah dan basa lemah, sifatnya tergantung harga Ka dan Kb, contohnya (NH 4)2CO3.

Alat dan Bahan :

Bahan :                                                                        Alat :

Larutan CH3COOH                                          Plat Tetes

Larutan Pb (SO4)2                                                           Spatula

Larutan NaOH                                                 Kertas Lakmus Merah dan Biru

Larutan NaCl                                                   Pipet

Larutan HCl

Larutan NH4Cl

Larutan NaCH3COO

Cara Kerja :

-Teteskan masing masing bahan dalam plat tetes

-Masukkan kertas lakmus merah dan biru ke dalam masing masing larutan

-Amati perubahan yang terjadi pada kertas lakmus

Tabel Pengamatan:

Larutan

Warna Setelah Dicelupkan

Kertas Lakmus Merah

Kertas Lakmus Biru

CH3COOH Merah Merah
Pb (SO4)2 Merah Pink
NaOH Biru Biru
NaCl Merah Biru
HCl Merah Merah
NH4Cl Merah Pink
NaCH3COO Merah Tua Ungu

Kesimpulan:

Campuran antara basa kuat dan asam kuat menghasilkan garam yang cenderung bersifat netral. Campuran antara basa kuat dan asam lemah akan cenderung menghasilkan garam yang bersifat sedikit basa (pH<7). Campuran antara basa lemah dan asam kuat cenderung menghasilkan garam yang cenderung bersifat sedikit asam (pH>7). Campuran antara basa lemah dan asam lemah akan menghasilkan garam yang bersifat netral, asam, ataupun basa.

    

2 thoughts on “Hidrolisis Garam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s