Makna lima sila dalam Pancasila



  1. A.    Ketuhanan yang Maha Esa

 sila 1

Sila ini adalah sila pertama dari Pancasila dasar Dalam ajaran agama Islam, sila Ketuhanan yang Maha Esa ini termasuk dalam materi ilmu tauhid (meng-Esa-kan Tuhan). Akan tetapi disini kita tidak akan membahas mengenai ilmu Tauhid, melainkan kita akan membahas mengenai sila “Ketuhanan yang Maha Esa” dalam hal berbangsa dan bernegara, dimana negara Indonesia terdiri dari berbagai keyakinan.

Dalam sila ini, kita sebagai warga negara Indonesia dituntut untuk mengakui Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan tujuan akhir, baik dalam hati dan tutur kata maupun dalam tingkah laku sehari-hari. Konsekuensinya adalah Pancasila menuntut umat beragama dan kepercayaan untuk hidup rukun walaupun berbeda keyakinan[1].

Makna dari sila pertama ini adalah;

  • Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  • Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  • Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
  • Tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain.
  • Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi ditekankan dalam beribadah menurut agama masing-masing.

B.     Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

sila 2

Kemanusiaan yang berasal dari kata manusia, yaitu makhluk yang paling sempurna dari makhluk – makhluk yang diciptakan oleh Tuhan  Yang Maha Esa. Yang membedakan manusia dengan yang lainya adalah manusia dibekali akal dan pikiran untuk melakukan segala kegiatan. Oleh karena itulah manusia menjadi makhluk yang paling sempurna dari semua makhluk cipaanNya. Kata adil memiliki arti bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas ukuran / norma-norma yang obyektif, dan tidak subyektif, sehingga tidak sewenang-wenang.

Kata beradab berasal dari kata adab, yang memiliki arti budaya. Jadi adab mengandung arti berbudaya, yaitu sikap hidup, keputusan dan tindakan yang selalu dilandasi oleh nilai-nilai budaya, terutama norma – norma sosial dan kesusilaan / moral yang ada di masyarakat[2] .

Ada yang berpendapat lain mengenai arti Kemanusiaan dalam Pancasila. Kemanusiaan dalam pancasila adalah  mengingatkan agar bangsa Indonesia ini memiliki jiwa kemanusiaan. Tidak boleh memperlakukan manusia semena-mena tanpa memperhatikan harkat dan martabatnya.  Manusia harus dihargai, dihormati, dan dimuliakan.  Manusia diciptakan dalam keadaan tidak sempurna. Suatu saat, makhluk yang dimuliakan oleh Tuhan ini bisa saja melakukan kesalahan dan juga  lupa. Kedua sifat  itu  selalu melekat pada diri manusia.  Tidak pernah ada manusia, kecuali rasul, yang terbebas dari lupa dan  perbuatan salah  oleh karena tidak disengaja[3].

 

Makna dari sila kedua ini adalah;

  • Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  • Saling mencintai sesama manusia.
  • Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  • Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.

C.    Persatuan Indonesia

 sila 3

Persatuan Indonesia jika dikaitkan dengan pengertian modern saat ini, maka disebut Nasionalisme. Nasionalismeadalahperasaansatusebagaisuatubangsa, satudenganseluruhwarga yang adadalammasyarakat.Olehkarenaitu rasa satu yang demikiankuatnya, makadaripadatimbul rasa cintabangsadantanah air. Akan tetapiperludiketahuibahwa rasa cintabangsadantanah air yang kitamiliki di Indonesia bukan yang menjuruskepadaChauvinisme, yaitu rasa yangmengagungkanbangsasendiri, denganmerendahkanbangsa lain. Dengandemikianjelaslahbahwakonsekuensilebihlanjutdarikeduahaltadiadalahmenggalangpersatuandankesatuanbangsa[4].

pancasilasebagialatpemersatubangsa Indonesia, makakitaharusjagabersama. halinidenganmengamalkansila-silaPancasila, terutamasilaketiga yang mempunyaimaknauntukpersatuanbangsaindonesia. Sebagaiwarganegara Indonesia kitaharusbersatuuntukkasatuanbangsa Indonesia yang merupakannegara yang memilikisuku, bahasa, ras ,budayadan agama yang berbeda-beda. Silaketigasangatlahtercermindariadanyasikapkitauntukmenghargaidanmenghormatisesamawarganegara.

Makna dari sila ketiga ini adalah;

  • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

 D.    Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawarahan/Perwakilan

 sila 4

 Hakikat sila ini adalah demokrasi. Demokrasi dalam arti umum yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Secara sederhana, demokrasi yang dimaksud adalah melibatkan segenap bangsa dalam pemerintahan baik yang tergabung dalam pemerintahan maupun yang tidak bergabung dalam pemerintahan.

Sedangkan arti dari Pemusyawaratan adalah mengusahakan putusan secara bulat, dan sesudah itu diadakan tindakan bersama. Disini terjadi simpul yang penting yaitu mengusahakan keputusan secara bulat. Bulat yang dimaksud adalah hasil yang mufakat, artinya keputusan itu diambil dengan kesepakatan bersama. Dengan demikian berarti bahwa penentu demokrasi yang berdasarkan pancasila adalah kebulatan mufakat sebagai hasil kebikjasanaan. Oleh karena itu kita ingin memperoleh hasil yang sebaik-baiknya didalam kehidupan bermasyarakat, maka hasil kebikjasanaan itu harus merupakan suatu nilai yang ditempatkan lebih dahulu[5].

Makna dari sila keempat ini adalah;

  • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  • Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
  • Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
  • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

 E.     Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

sila 5Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan, baik material maupun spiritual. Seluruh rakyat Indonesia berarti untuk setiap orang yang menjadi Rakyat Indonesia, baik yang berdiam di wilayah kekuasaan Republik Indonesia maupun Warga Negara Indonesia yang berada di luar negeri.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti bahwa setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan dimanapun dia berada[6].

Makna dari sila kelima ini adalah;

  • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan.
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Menghargai hasil karya orang lain.

Tidak melakukan perb


[1]http://www.pusakaindonesia.org/makna-lima-sila-dalam-pancasila/, diakses hari Selasa, 24 September 2013 pukul 14.30 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s