Pancasila sebagai ideologi nasional


. Pengertian Idiologi

 1.Pengertian idiologi menurut para ahli :

a. Nicollo Machiavelli  dalam bukunya berjudul  IL Principle dikatakan,bahwa:

Idiologi adalah pengetahuan mengenai cara mendapatkan, menyembunyikan dan            mempertahankan kekuasaan dengan memamfaatkan konsepsi keagamaan dan tipu daya.

 b. Louis Althusser, idiologi adalah pandangan hidup sebab idiologi mengajarkan  pada setiap orang tentang bagaimana cara menjalankan hidup di dunia bukan mengajarkan apa itu dunia.

2.Pengertian idiologi secara luas dan sempit :

Dalam arti luas :

Idiologi menunjuk pada pedoman dalam berpikir ataupun bertindak sebagai pedoman hidup dalam semua segi kehidupan, baik pribadi maupun umum.

            Dalam arti sempit :

Idiologi menunjuk pada pedoman baik dalam berpikir maupun bertindak sebagai pedoman hidup dalam bidang tertentu.

Sebuah idiologi dapat bertahan dalam menghadapi perubahan dan tantangan dalam masyarakan apabila idiologi itu memiliki 3 dimensi, yaitu :

(1). Dimensi Realita

yaitu kemampuan sebuah idiologi untuk mencerminkan realita yang hidup dimasyarakat dimana ia lahir atau kenyataan saat awal kelahirannya.

(2).  Dimensi Idealisme 

yaitu kemampuan sebuah idiologi untuk dapat memberikan harapan-harapan kepada masyarakatnya untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan.

 

 

 

(3).  Dimensi Fleksibelitas 

yaitu kemampuan suatu idiologi dalam mempengaruhi sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakatnya dengan menemukan tafsiran-tafsiran sesuai dengan kenyataan baru yang muncul dihadapannya.

 

b.Penerapan Idiologi

 

  1. Sebagai Dasar

Artinya merupakan pangkal tolak, asas atau pondasi diatas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat, bangsa, dan Negara dibangun. Dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai – nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri ( dimensi realitas). Pancasila sejak awal pembahasannya memang direncanakan untuk dijadikan dasar Negara. Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  1. Sebagai Pengarah

Artinya sebagai pengarah dan pengendali kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara berupa norma- norma atau aturan – aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita – cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). Di sini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah, pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran sebagai pengaruh ditunjukannya pada kedudukan Pancasila sebagai “Sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang – undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indoneasia.

  1. Sebagai Tujuan

Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita – cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai. Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 (dimensi Idealitas)

 

 

 

 

 

 

 

 

c. Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka

 

Pancasila sebagai ideologi mencerminkan seperangkat nilai terpadu dalam kehidupanpolitiknya bangsa Indonesia, yaitu sebagai tata nilai yang dipergunakan sebagai acuan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semua gagasan-gagasan yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ini di tata secara sistematis menjadi satu kesatuan yang utuh.

Sebagai ideologi, Pancasila berlaku sebagai pedoman dan acuan dalam menjalankan aktivitas di segala bidang, dan karena itu sifatnya harus terbuka, luwes dan fleksibel, dan tidak bersifat tertutup yang akan menyebabkan ketinggalan zaman.

Pancasila telah memenuhi syarat sebagai ideologi terbuka, hal ini dibuktikan dan adanya sifat-sifat yang melekat pada Pancasila sendiri maupun kekuatan yang terkandung di dalamnya, yaitu memenuhi persyaratan kualitas 3 (tiga) dimensi di atas.

Mengenai pengertian Pancasila sebagai ideologi terbuka, bukanlah berarti bahwa nilai dasarnya dapat diubah atau diganti dengan nilai dasar yang lain hal itu sama artinya dengan meniadakan Pancasila atau meniadakan identitas/ jati diri bangsa Indonesia. Hal mana berlawanan dengan nalar dan tidak masuk akal.

Maka di dalam pengertian Pancasila sebagai ideologi terbuka itu mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar daripada Pancasila itu dapat dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa Indonesia dan tuntutan perkembangan zaman.

Pengembangan atas nilai-nilai dasar Pancasila dilaksanakan secara kreatif dan dinamis dengan mempenhatikan tingkat kebutuhan serta penkembangan masyanakat Indonesia sendiri.

Budaya asing yang bernilai negatif, misalnya tentang samen leven yang tidak dilarang di dalam kehidupan budaya Barat, akan ditolak oleh bangsa Indonesia yang mendasarkan diri pada sikap budaya dan pandangan moral religius, demikian pula dengan pandangan keagamaan yang dikenal dengan sebutan Children of God, ditolak karena tidak sesuai dengan pandangan keagamaan yang telah dihayati oleh bangsa Indonesia sejak lama.

 

 

 

d.Pengembangan Idiologi Pancasila

Pengembangan atas nilai-nilai dasar Pancasila menjadi nilai-nilai instrumental atau operasional dalam Garis-garis Besar Haluan Negara bukan sesuatu yang baru. Formalnya dapat dikatakan sejak bangsa Indonesia berhasil mencanangkan pembangunan Nasional di segala bidang yang meliputi bidang-bidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan Nasional (IPOLEKSOSBUD-HANKAMNAS) sebagaimana yang tertuang dalam Ketetapan-Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) dapat dianggap sebagai salah satu wujud pengembangan daripada nilai-nilai dasar Pancasila.

Di lingkungan praktisi, sudah selayaknya bila mengembangkan nilai-nilai operasional Pancasila, sedangkan di lingkungan ilmuwan dan pengamat, yang seringkali mendasarkan pada ilmu pengetahuan baik secara perbandingan maupun secara kedalaman, maka sesuai dengan tuntutan modern tentang ilmu pengetahuan, dituntut suatu aspek amaliah yang senantiasa berorientasi pada suatu gagasan dasar atau ideologi.

Adapun di lingkungan organisasi kemasyarakatan pengembangan nilai-nilai operasional ini telah dimulai pengembangan yang dilakukan secara perorangan, kemudian dikembangkan melalui kelompok organisasi (kemasyarakatan) dan setelah itu ditampung oleh organisasi sosial politik, serta pada tahap benkutnya terjadi proses pelembagaan di lembaga formal, yaitu lembaga perwakilan permusyawaratan. Alur semacam mi perlu dibudayakan sebagai budaya politik karena budaya politik itu pada dasarnya merupakan pengembangan ideologi Pancasila. Kegiatannya dapat beragam, dan berkumpul atau mengadakan pertemuan-pertemuan ilmiah, muktamar organisasi dan sebagainya.

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

            Berdasarkan uraian yang disusun Dalam makalah ini maka penulisan menyampaikan bahwa pendiikan pancasila sangat dibutuhkan dalam bebagai kalangan untuk mewujudkan suatu bangsa dan Negara yang mampu mengembangkan pancasila sebagai landasan utama dalam kehidupan bebangsa dan bernegara pada kususnya.
Sebagai ideology terbuka, Pancasila senantiasa mampu berinteraksi secara dinamis.Nilai nilai Pancasila tidak boleh berubah, namun pelaksaanya kita sesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang kita hadapi dalam setiap kurun waktu. Meskipun bersifat tebuka ideologi Pancasila juga ada batasan dalam keterbukaan tersebut. Karena terbuka disini berarti fleksibel yaitu bias mengikuti perkembangan zaman. Tetapi dalam kefleksibelan tersebut Pancasila juga memilikipenyaring, yang berfungsi sebagai pemilah anatara hal yang layak untuk diikuti oleh bangsa Indonesia. Sehingga tidak semua pengaruh dari luar bias menyatu dengan Pancasila
 

 

 

 

 

 

Daftar pustaka

Sumber : http://www.pusakaindonesia.org/pancasila-sebagai-ideologi-nasional/

http://herrypkn.blogspot.com/2012/07/pancasila-sebagai-idiologi-terbuka.html

Subandi, AL Marsudi, 2001. Pancasila dan UUD 45 Dalam Paradigma Reformasi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s