AL-QUR’AN DAN WAHYU


1.1  Latar Belakang

alquranwallpaperAl-Qur’an,Wahyu dan Nuzul Qur’an merupakan tiga kata yang tidak bisa dilepaspisahkan antara satu sama yang lain sebab Al-Qur’an itu sendiri adalah merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada NabiNya Muhammad SAW. Sedangkan wahyu adalah merupakan Kalamullah yang diturunkan kepada NabiNya sesuai dengan kebutuhan. Wahyu yang Kalamullah itu diturunkan secara berangsur-angsur kepada NabiNya melalui perantaraan Malaikat Jibril alaihissalam.

Oleh karena itulah maka kata Al-Qur’an,Wahyu dan Nuzul Qur’an merupakan tiga kata yang saling berkaitan erat antara satu sama yang lainya. Untuk dapat memahami Alqur’an dengan benar diperlukan suatu penafsiran yang tidak hanya mengandalkan penguasaan bahasa Arab secara baik, melainkan perlu pula pengetahuan yang komprehensif tentang ilmu-ilmu yang berhubungan dengan penafsiran Alqur’an itu sendiri dan kaidah-kaidah dari ilmu tersebut.

Kami ingin mencoba memberikan sedikit pandangan dan pendapat mengenai Ulumul Qur’an dengan tujuan untuk memahami hal-hal yang terpenting dan sangat berguna untuk memahami Alqur’an yang diturunkan oleh Allah.

1.2  Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian Alqur’an dan Wahyu ?
  2. Apa nama-nama lain dari Alqur’an?
  3. Bagaimana cara Wahyu diturunkan?
  4. Bagaimana tahapan turunnya Alqur’an?
  5. Apa sajakah hikmah pentahapan turunnya Alqur’an?

1.3  Tujuan

  1. Untuk memberikan gambaran mengenai al-Qur’an
  2. Untuk memperkenalkan al-Qur’an
  3. Untuk memperbanyak khasanah ilmu-ilmu keislaman, khususnya dalam ilmu-ilmu al-Qur’an

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Pengertian Alqur’an dan Wahyu

2.1  Pengertian Alqur’an

Secara etimologi Alquran berarti bacaan. Sedangkan secara terminologi menurut Ali Ash-Shobuni menyatakan bahwa Alquran adalah firman Allah yang mu’jiz, diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril yang tertulis dalam mushaf, diriwayatkan secara mutawatir, menjadi ibadah bagi yang membacanya, diawali dari Surah Al Fatihah dan diakhiri dengan Surah An Nas. Sedangkan menurut Imam al-Zarqoni memberikan pengertian bahwa Alquran adalah lafaz yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., diawali dengan Surah Al Fatihah dan diakhiri dengan Surah An Nas.

Para ahli ilmu-ilmu al-Qur’an pada umumnya berasumsi bahwa kata al-Qur’an terambil dari kata qara’a – yaqra’u – qira’atan – waqur’anan yang secara harfiyah berarti bacaan. Namun jika direnungkan dengan seksama, terdapat beberapa unsur al-Qur’an, diantaranya :

  1. Al-Qur’an adalah wahyu atau kalam Allah SWT.
  2. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
    1. Al-Qur’an disampaikan melalui Malaikat Jibril AS.
    2. Al-Qur’an diturunkan dalam bentuk lafal Arab.

Dari keempat unsur al-Qur’an diatas, dapatlah dikatakan bahwa al-Qur’an ialah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam bentuk lafal Arab dengan perantara Malaikat Jibril.

2.2  Nama-Nama Alqur’an

Al-Qur’an sebagaimana dimaksud di atas memiliki nama-nama yang bukan hanya Al-Qur’an saja, tetapi memiliki nama-nama lainnya, hanya saja nama yang paling populer adalah Al-Qur’an. Berikut adalah nama –nama lain Al Qur’an yang diturunkan Malaikat JIbril kepada Rasulullah SAW:

  1. Al Kitaab. Al Qur’an disebut juga dengan Al Kitaab karena merupakan sinonim baginya.

1

Artinya: “Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS Al Baqarah [2] : 2)

      2.  Al Furqaan. Al Qur’an disebut juga Al Furqaan karena memiliki fungsi sebagai     pembeda antara yang benar dan yang salah.

2

Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).” (QS Al Furqaan [25] : 1)

3.Az Zikr. Al Qur’an disebut juga Al Zikr karena memiliki funsi sebagai pemberi      peringatan.

3

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliaranya.” (QS Al Hijr [15] : 9)

       4.Al Mau’izah. Al Qur’an disebut juga Al Mu’izah karena ia merupakan pelajaran atau  nasihat.

4

Artinya: “Wahai manusia! Sesungguhnya, telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Yuunus [10] : 57)

      5.Al Hikmah. Al Qur’an disebut juga Al Hikmah karena segala yang terkandung di  dalam Al Qur’an adalah kebijaksanaan.

5

Artinya: “Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah).” (QS Al Israa [17] : 39)

6.Asy Syifa’. Al Qur’an disebut juga Asy Syifa’ karena mampu mengobati atau  menyembuhkan penyakit baik lahir maupun batin.

6

Artinya: “Wahai manusia! Sesungguhnya, telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur’an) daru Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS Yuunus [10] : 57)

7. Al Hudaa. Al Qur’an disebut juga Al Hudaa karena ia juga berfungsi sebagai petunjuk.

7

Artinya: “Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al Qur’an), kami beriman kepadany. Maka barangsiapa beriman kepadaTuhan maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.” (QS Al Jin [72] : 13)

     8. Al Tanziil. Al Qur’an disebut juga Al Tanziil karena ia adalah kitab suci yang diturunkan.

8

Artinya: ”Dan sungguh, (Al Qur’an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam.” (QS Asy Syu’araa [26] : 192)

9.Ar Rahmah. Al Qur’an disebut juga Al Rahman karena ia berfungsi sebagai petunjuk  dan karunia bagi umat manusia dan alam semesta.

9

Artinya: “Dan sungguh, (Al Qur’an) itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS An Naml [27] : 77)

      10.Ar Ruuh. Al Qur’an disebut juga Ar Ruuh karena ia mampu menghidupkan akal  pikiran dan membimbing manusia kepada jalan yang lurus.

10

Artinya: “Dan demikianlah Kami wahyulan kepadamu (Muhammad) ruh (Al Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al Qur’an dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al Qur’an itu cahaya, dengan itu Kami member petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus.” (QS Asy Syuuraa [42] : 52)

     11.Al Bayaan. Al Qur’an disebut juga Al Bayaan karena ia berfungsi sebagai penjelas  dan penerang kebenaran dari Tuhan.

11

Artinya: “Inilah (Al Qur’an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, da menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imraan [3] : 138)

12.Al Kalaam. Al Qur’an disebut juga Al Kalaam karena ia adalah firman Allah dan  merupakan kitab suci yang diucapkan.

12

Artinya: “Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadanmu, maka lindungilah agar dia dapar mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS At Taubah [9] :6)

   13. Al Busyraa. Al Qur’an disebut juga Al Busyraa karena ia berfungsi sebagai pembawa  kabar gembira.

13

Artinya: “Katakanlah, “Rohulkudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan kebenaran untuk meneguhkan (hati) orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang berserah diri (kepada Allah).” (QS An Nahl [16] : 102)

   14. An Nuur. Al Qur’an disebut juga An Nuur karena ia mapu membawa manusia  memperoleh cahaya ketuhanan.

14

Artinya: “Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).” (QS An Nisaa [4] : 174)

    15. Al Basaa’ir. Al Qur’an disebut juga Al Basaa’ir karena ia berfungsi sebagai pedoman.

15

Artinya: “(Al Qur’an) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.” (QS Al Jaasiyah [45] : 20)

  16. Al Balaag. Al Qur’an disebut juga Al Balaag karena ia berfungsi sebagai penyampai  kabar atau penjelasan bagi manusia.

16

Artinya: “(Al Qur’an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS Ibraahiim [14] : 52)

17. Al Qaul. Al Qur’an disebut juga Al Qaul karena ia merupakan perkataan atau ucapan yang dapat menjadi pelajaran bagi manusia.

17

Artinya: “Dan sungguh, Kami telah menyampaikan perkataan ini (Al Qur’an) kepada mereka agar mereka selalu mengingatnya.” (QS Al Qasas [28] 51)

Nama-nama tersebut sebagian daripadanya diambil dari nama-nama Allah SWT yang terambil dalam Asma’ul Husna. Penamaan Al-Qur’an dengan nama-nama ini juga menggambarkan sebagian dari sifat-sifat yang dimiliki oleh Al-Qur’an. Dengan demikian maka pemberian nama-nama tersebut adalah memiliki alasan-alasan yang terpikirkan dan dapat dipertanggungjawabkan.

2.3  Isi Al-Qur’an

Garis besar kandungan Al-Qur’an meliputi :

  1. Aqidah, yakni keyakinan yang lebih menitikberatkan pada tauhidullah, yakni meng-Esa-kan Allah dan menyatukan pengabdian hanya kepada-Nya.
  2. Syari’ah, yakni hukum islam yang meliputi Ibadah dan Muamalah, dengan kata lain petunjuk tentang beribadah bermuamalah dan cara mendekatkan diri kepada Allah.
  3. Akhlaq, yakni hal-hal yang terkait dengan perilaku dan sopan santun, baik hablun mainallah maupun hablun minan-nas
  4. Berita Gaib yang terkait dengan alam yang tidak terjangkau oleh manusia di dunia.
  5. Janji bagi yang taat kepada perintah Allah dan Ancaman bagi yang melanggarnya.
  6. Tata hukum yang diperlukan manusia.
  7. Kisah para Nabi dan Rasul serta umat terdahulu.

2.4  Pengertian Wahyu

wahyu secara etimologi adalah petunjuk yang diberikan dengan cepat. Cepat artinya datang secara langsung ke dalam jiwa tanpa didahului jalan pikiran dan tidak bisa diketahui oleh seorang pun.

Jika dilihat secara jelas makna-makna wahyu tersebut dapat berarti :

  1. Ilham yang sudah merupakan fitrah bagi manusia, sebagaimana wahyu yang diberikan kepada ibu Nabi Musa as. Yang berbunyi :

Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan (ilhamkan) kepada ibu Nabi Musa supaya menyusuinya. (QS.28.7)

  1. 2.      Ilham yang merupakan gharizah/instink bagi binatang, sebagaimana petunjuk yang diberikan kepada lebah.

Dan Tuhanmu mewahyukan (memberikan petunjuk) kepada lebah supaya menjadikan gunung-gunung dan pohon-pohon itu sebagai tempat tinggal. (QS.16:68)

  1. 3.      Suatu isyarat yang diberikan dengan cepat melalui tanda dan kode, sebagaimana firman Allah swt. Kepada nabi Zakaria :

Maka ketika dia keluar dari mihrab untuk menemukan kaumnya, Allah memberi wahyu (petunjuk/isyarat) kepada mereka supaya bertasbih di waktu pagi dan petang. (QS.19:11)

  1. 4.      Godaan dan hiasan kejahatan yang dilakukan oleh setan pada diri manusia :

Dan sesunggunya setan-setan itu mewahyukan (membisikan kejahatan/was-was) kepada kawan-kawan setia mereka. (QS.6:121)

  1. 5.      Berupa perintah Allah kepada para Malaikat-Nya:

Ingatlah ketika Tuhanmu mewahyukan atau memerintahkan kepada para Malaikat Bahwa aku bersamamu. (QS.8:12)

Dari makna di atas dapat dipahami bahwa wahyu adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi dan atau rasul secara rahasia dan sangat cepat.

2.5  Cara penurunan Wahyu

Wahyu yang diturunkan kepada rasul atau nabi secara rahasia dan sangat cepat itu bervariasi. Dari variasi itu terbagi pada dua kelompok besar,yaitu:

  1. Melalui Perantara Malaikat

Wahyu yang diturunkan dengan cara ini yang terkenal ada dua, yaitu ;

Pertama, Jibril menampakkan wajahnya atau bentuknya yang asli. Cara seperti ini terjadi ketika Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama, surah Al-Alaq ayat 1-5.

Kedua, Jibril menyamar seperti seorang laki-laki yang berjubah putih. Misalnya ketika Nabi Muhammad menerima wahyu tentang Iman,Islam, Ihsan, dan tanda-tanda hari kiamat.

  1. Tanpa Perantara Malaikat (Langsung)

a)      Melalui mimpi yang benar, misalnya ketika turun wahyu surah Al Kautsar ayat 1-3.

Contoh lain adalah wahyu tentang penyembelihan Ismail oleh ayahnya, Ibrahim, yang diuraikan dalam surah Al Shaffat ayat 101-112.

b)      Allah berbicara langsung

Ada pula yang menyatakan bahwa cara ini adalah turunya wahyu melalui balik hijab. Misalnya wahyu Allah kepada Nabi Musa yang diceritakan dalam Alqur’an Surah Al A’raf ayat 143 dan An Nisaa ayat 164.

Contoh lain adalah wahyu yang diterima Nabi Muhammad pada malam Isra dan Miraj tentang perintah Shalat lima waktu. Menurut Al-Qathan cara seperti ini tidak didapati satu ayat pun dalam Alqur’an.

  1. B.     Tahapan Turunnya Al-Qur’an

2.6  Pengertian Penurunan

Dari segi bahasa, perkataan ‘Nuzul’ bererti menetap di satu tempat atau turun dari tempat yang tinggi. Kata perbuatannya ‘nazala’ (نزل) membawa maksud ‘dia telah turun’ atau ‘dia menjadi tetamu’. Sebenarnya penggunaan istilah Nuzul al-Quran ini secara majaz atau simbolik sahaja yang bermaksud pemberitahuan al-Quran. Tujuannya untuk menunjukkan ketinggian al-Quran.

Secara teknikalnya Nuzul al-Quran bererti penurunan al-Quran dari langit kepada Nabi Allah yang terakhir. Perkataan Nuzul dalam pelbagai wajah sama Ada kata nama, kata perbuatan atau lainnya digunakan dalam al-Quran sebanyak lebih kurang 290 kali. Sebagai contoh, “Dia yang telah…..menurunkan hujan.” (al-Baqarah:22), “Dialah….yang menurunkan Taurat Dan Injil.” (Ali Imran:3) Dan banyak lagi ayat-ayat lain.

2.7  Tahapan Turunnya Al-Qur’an

  1. Dari Allah SWT ke al-Lauh al-Mahfuz.

Penurunan ini berlaku sekali Gus dengan tujuan untuk membuktikan ketinggian Dan kekuasaan Allah SWT. Para Malaikat menyaksikan bahawa segala perkara yang ditentukan oleh Allah SWT di Luh Mahfuz ini benar-benar berlaku. Pendapat ini disandarkan kepada ayat 21 Dan 22 surah al-Buruj yang berbunyi ;

بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مجيد فِي لَوْحٍ مَحْفُوظ

bahkan yang dinyatakan itu ialah Al-Quran yang mulia yang tersimpan dalam lauh al Mahfudz” ( Q.S. Al buruj : 21 22).

  1. Dari al-Lauh al-Mahfuz ke Bait al-’Izzah di langit dunia.

Penurunan kali kedua secara sekali Gus dari al-Lauh al-Mahfuz ke Bait al-’Izzah di langit dunia dipercayai berlaku berpandukan kepada tiga (3) ayat al-Quran sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn ‘Abbas;

Allah SWT berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

 “ Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan ramadhon,bulan yang didalamnya diturunkan Al-Quran”. Q.S. Al-Baqarah : 185

Firman Allah SWT,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

“ sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya kamilah yang memberi peringatan”. Q.S. Al Dukhan: 3

Firman Allah SWT,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telahmenurunkan (Al-Quran) inipadaMalamLailatul-Qadar.” (al-Qadr:1)

Ketiga ayat itu menunjukkan bahwa Al-Quran diturunkan dalam satu malam, yang disifati bahwa malam itu diberkati,sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Qadar (ayat 1), serta terjadi pada malam bulan Romadhon sebagaimana disebutkan dalam surah Al-baqarah (ayat  185).

Beberapa riwayat yang menegaskan proses turunnya Al-Quran di baitul izzah dari langit dunia di antaranya adalah :

1.)    Imam Hakim yang ditakhrij dari sa’id ibn Jubair dari Abbas :

“Al-Quran dipisahkan dari Al-Dzikir, lalu diletakkan di baitul Izzah dari langit dunia, kemudian jibril membawanya turun kepada Nabi SAW”

2.)    Imam Al Nasa’i,Al Hakim, dan Al Baihaqiy mentakhrij dari jalur Daud ibn Abi Hind dari Ibn Abbas, katanya :
“Al-Quran diturunkan secara keseluruhan sekali ke langit dunia pada malam Al- Qadar. Kemudian diturunkan ke dalam dua puluh tahun”. Kemudian beliau membaca firman ALLAH SWT Q.S. Al-furqan:33 :
“ Tidaklah orang kafir datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil,melaikan kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan yang paling baik”

 “ Dan Al-Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian”.Q.S. Al-Isra’: 106 :

 

  1. Dari Bait al-’IzzahkepadaRasulullahs.a.w. (dalammasa 20 malam).

Penurunannya yang ketiga, yang merupakan tahap terakhir dimana dari penurunan yang ketiga ini tersebar sinar di dunia ini dan hidayah Allah SWT sampai kepada makluknya. Penurunan ini melalui malaikat Jibril yang membawanya turun ke dalam hati Nabi SAW. Hal tersebut sebagaimana termaktub dalam Q.S. Al-Syu’ara’ 193-195 :

“ Dia dibawa turun oleh al ruh al amin(Jibril) kedalam hatimu (Muhammad) agar kamu bisa menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,dengan bahasa Arab yang jelas”.

 

2.8  Hikmah Pentahapan Turunnya Al-Qur’an

Salah satu keunikan Al-Qur’an di banding kitab sebelumnya adalah dalam hal cara penurunanya yang tidak secara sekaligus dalam satu waktu, tetapi berangsur dan bertahap. Hal tersebut memberikan banyak faedah dan hikmah baik bagi Nabi Muhammad saw itu sendiri maupun para pengikutnya. Diantara sekian banyak hikmah yang dapat dilihat, paling tidak terdapat empat hal yang dapat dideskripsikan sebagai berikut:

  1. Menabahkan hati Nabi saw dan menguatkanhatinya.
  2. Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh, baik dari segi ilmu maupun prakteknya.Dalam hal ini terdapat beberapa hikmah diantaranya :

a)      Memudahkan umat islam dalam menghafalkan al Quran, yang seperti diketahui merupakan umat yang ummy, alat-alat tulis belum mudah didapatkan ,  ahli tulis langka. Seandainya al Quran diturunkan sekali secara keseluruhan, tentu mereka tidak akan mampu menghafalnya, memahami apalagi mengamalkannya.

b)      Mengantar mereka menuju kesempurnaan usaha melenyapkan akidah-akidah sesat dan tradisi-tradisi rendah. Hal itu misalnya dengan melepaskan semua itu sedikit demi sedikit, lantaran al Quran juga diturunkan sedikit demi sedikit

  1. Menanggapi secara cepat setiap peristiwa dan kejadian. Setiap klai terjadi peristiwa baru, maka al Quran turun berkenaan dengannya Allah swt akan menjelaskan hukum-hukum yang sesuia. Hal tersebut dapat diuraikan dalam beberapa hikmah antara lain:
    1. Menjawab pertanyaan para penanya, ketika mereka mengajukannya kepada Rasul saw, baik pertanyaan itu dimaksudkan untuk mengukuhkan risalah Nabi saw atau untuk mencari pengetahuan tentang hukum tuhan.
      1. Menanggapi berbagai kasus dan peristiwa tepat pada waktu dengan menjelaskan ketentuan Allah swt sewaktu terjadi. Telah diketahui bahwa kasus-kasus dan peristiwa-peristiwa itu tidak terjadi serentak, tetapi tahap demi tahap sehingga tak ada jalan lain selain menjelaskan dengan menurunkan al Quran yang sesuai rinci dan bertahap.
      2. Menunjukkan sumber al quran, dan bahwa ia merupakan Kalamullah semata. Tidak mungkin merupakan kalam Muhammad saw atau makhluk selainnya.

Hal itu dapat dibuktikan misalnya tentang betapa kukuh rangkaiannya, halus susunannya, kuat polanya, teguh keterkaitannya, antara yang satu dengan yang lainnya saling berpegang atau terjallin erat baik dalam surat-surat, ayat-ayat maupun kalimatnya, di dalamnya mengalir darah kemukjizatan, sejak alif sampai ya’, seakan-akan sebuah untaian yang satu, hampir tak didapatkan kerenggangan dan keterpisahan antara bagian-bagiannya. Seakan-akan merupakan lingkaran utuh atau satu simpulan yang membelakangi penglihatan. Huruf-huruf dan kata-katanya rapi, dan kalimat-kalimatnya serta ayat-ayatnya tersusun indah.

Bagaimana Al-Qur’an yang tidak turun seketika dan turun bagian per bagian secara terpisah dengan peristiwanya selama lebih dari dua puluh tahun tersebut bisa memiliki jalinan yang indah seperti itu. Ini merupakan rahasia baru di antara rahasia-rahasia Al-Qur’an, bukti yang menakjubkan di antara tanda-tanda ketuhanan.

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Al-Qur’an,Wahyu dan Nuzul Qur’an merupakan tiga kata yang saling berkaitan erat antara satu sama yang lainya.Al-Qur’an ialah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam bentuk lafal Arab dengan perantara Malaikat Jibril. Sedangkan wahyu adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi dan atau rasul secara rahasia dan sangat cepat.

Turunnya Al-Qur’an merupakan suatu rahmat yang diturunkan oleh Allah, karena Al-Qur’an itu sendiri memiliki banyak hikmah bagi Nabi Muhammad maupun para pengikutnya.Dan dengan turunnya Alqur’an merupakan salah satu bukti yang menakjubkan diantara tanda-tanda ketuhanan. Itu terbukti begitu indahnya rangkaian-rangkata polanya dan satu diantara yang lainyasaling berkaitan.

DAFTAR PUSTAKA

 

Majid, Abdul. 2005. Al-Qur’an. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga.

Zuhdi, Masjfuk. 1997. Pengantar Ulumul Qur’an. Surabaya : Karya Abditama.

Anwar, Abu. 2005. Ulumul Qur’an. Jakarta: Amzah.

http://pustaka.abatasa.co.id/pustaka/detail/ulumul-quran/tafsir-quran/44/nama-nama-al-quran.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s