Kesuksesan dibalik Kegagalan


Oleh: Rizki Dewantara

Kegagalan-dekat-dengan-sukses

Thomas Alfa Edison adalah penemu yang terkenal karena semangat pantang menyerahnya hingga mencapai tujuan yang diinginkan. Penemu bola lampu yang membuat dunia malam terasa terang benderang. Beliau menemukan bola lampu tersebut secara singkat dan mudah karena ia mempunyai ide-ide yang cemerlang, ataukah karena terlahir pintar dan langsung berhasil? Bukan sama sekali. Beliau berhasil menjadi penemu setelah menguji coba lebih dari 9955 lampu dan hanya satu yang berhasil menyala, jika kita dalam posisi tersebut jangankan 9955 lampu, seandainya kita menguji coba 10 kali saja gagal, mungkin kita langsung menyerah.
Hal tersebut sering terjadi ketika kita mencoba untuk menjadi seseorang pengusaha atau pedagang. Saat membuka usaha pertama langsung dalam pikiran berharap untung yang banyak dalam waktu singkat, ternyata kenyataan berbicara lain. Saat pengunjung hanya segelintir, keringat terkuras, modal habis, bahkan utang sudah jatuh tempo. Saat itu juga kita berhenti berusaha, kita menyalahkan takdir, ‘kenapa orang lain bisa sukses kenapa saya tidak’.  Apakah Tuhan tidak adil. Jangan sampai kita berpikir demikian. Ingatlah Tuhan kita Allah yang Maha penyayang tidak pernah menzalimi hamba-hambanya.

Siapa tahu setelah kita gagal untuk pertama dan kita mencoba lagi kita dapat sukses karena kita sudah memiliki ilmu dari pengalaman sebelumnya. Ingatlah pengalaman adalah guru yang terbaik, tidak hanya dari pengalaman kita namun belajarlah pula dari pengalaman orang lain, meskipun kita sudah mencoba berpuluh-puluh kali gagal dalam satu bidang maka cobalah di bidang lain, mungkin kemampuan kita ada pada bidang tersebut, dan  ingat dengan hal yang sangat penting agar jangan sampai kita bermental pengemis dengan selalu meminta perhatian dari orang lain untuk memperoleh pangkat, materi, dan jabatan. Padahal belum tentu orang yang diminta mau memberi. Ingatlah hanya pada Allah kita berharap Tuhan kita yang selalu mengabulkan doa dan permintaan hamba-hamba-Nya.

sukses dan kegagalan

Miris kita mendengar bahwa di luar negeri, Indonesia selalu dianggap negara ketiga yang kurang berwibawa, padahal kita adalah negara yang kaya. Sikap manja dan kurang gigihnya kita membuat kita seperti itu. Berhenti menyalahkan orang lain, kemudian berkaca pada diri sendiri apa yang sudah kita lakukan untuk agama, bangsa dan negara ini.

Lihatlah bagaimana di Jepang mahasiswa belajar dengan gigih untuk segera menyelesaikan studinya sangat sedikit waktu istirahat mereka dan itupun mereka terkadang harus kerja part time meskipun dari keluarga terpandang. Pantang bagi mereka jika sudah besar masih meminta uang pada orang tua, hal itu semata mata hanyalah mengajarkan kemandirian. Orang-orang akan berlomba menaikan kemampuan dirinya karena sadar jika hanya puas sampai pada kondisinya sekarang maka tiap saat akan selalu datang pesaing-pesaing baru, untuk itu harus selalu diasah dan dilatih kemampuannya, mengembangkan kreativitas dan pengalaman.

Chairul Tanjung merupakan seorang pengusaha Muslim yang dapat kita ambil contoh kegigihan dan keuletannya. Demi memenuhi kebutuhan kuliah, ia mulai berbisnis dari awal yakni berjualan buku kuliah, kaos, membuka usaha foto kopi di kampusnya. Saat lulus kuliah beliau meminjam uang dari bank sebesar 150 juta dari Bank Exim untuk mendirikan perusahaan. Itulah awal dari karier bisnisnya sekarang. Saat ini beliau mempunyai Trans Corp, Bank Mega, Carrefour, Ct Global Resources dan lainnya. Hal yang sangat penting untuk menjadi pengusaha adalah sikap sabar, tidak mudah menyerah dan jangan mengambil jalan pintas, ‘Jangan takut gagal, orang sukses bukan tidak pernah gagal, tapi mereka selalu bangkit setelah gagal’.

Suri tauladan kita Nabi Muhammad dalam sifat pantang menyerahnya. Bagaimana saat awal dakwah beliau pernah dihina, dicaci maki bahkan dilempari batu beliau tidak marah bahkan mendoakan agar keturunan orang yang melemparinya diberikan hidayah. Beliau tidak pernah menyerah dalam berdakwah meski tekanan demi tekanan selalu datang. Bahkan dalam perang Badar pasukan muslimin sebanyak 313 mampu mengalahkan pasukan Quraisy sebanyak 1000 orang. Keteguhan hati umat Islam untuk bertempur melawan pasukan kafir Quraisy yang lebih besar inilah yang berbuah kemenangan terkait pertempuran ini.

Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras kita memaksa fisik untuk bekerja namun juga oleh pemikiran, sikap matang, dan tentu saja doa. Sebagai contoh, banyak kita jumpai para pekerja yang mengeluh mengapa dia banting tulang setiap hari dalam panas terik matahari selama 12 jam hanya mendapat upah yang sedikit, sementara bosnya hanya duduk dan memberi perintah tapi penghasilannya berlipat-lipat dari dirinya. Kita tidak boleh mengeluh dan menyalahkan takdir, padahal kesempatan itu ada, misal dia mendapat bonus sebesar 5 juta rupiah, namun apa yang terjadi hanya dalam tempo 1 minggu uang tersebut habis untuk kesenangan. Itulah mengapa dalam mencapai sukses kita perlu perencanaan yang matang. pengalaman akan terjadi melalui pelajaran hidup yang kita lalui. Semakin banyak pengalaman. semakin matang rencana-rencana kita. Berdasarkan hal tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa sukses ditentukan juga oleh motivasi mengharap Ridho Allah Subḥānahu Wa Ta’Ala, Karena kita memang diciptakan semata mata untuk menyembah-Nya. Oleh karena itu, apapun yang terjadi teruslah bersemangat dan berkarya dan selalu tanamkan keyakinan. Ingatlah  keyakinan bahwa Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Maha Melindungi, membuat siapa saja akan merasa selalu bersemangat dan pantang menyerah dalam hidupnya. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin bagi Allah, teruslah mengejar cita-cita setinggi tingginya dan jangan perdulikan hinaan dan cacian.  Berpikir positif, anggap saja hinaan dan cacian itu adalah sebagai cambuk bagi kita agar lebih baik dan bukti masih ada yang memperhatikan kita karena orang besar tidak pernah sepi dari hinaan dan kritikan.

‘Man jadda wajada, Siapa yang bersungguhsungguh pasti SUKSES.

man jadda wajada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s