Wawancara Usaha Mikro di D.I.Yogyakarta


Nama Usaha          : Warung Makan “ Pak Heri “

Lokasi                    : Jalan Kabupaten, Kampung Bragasan Pedukuhan Wayangan,                                   Trihanggo, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta

Jenis Usaha        : Bisnis Kuliner

Nama Pemilik    : Pak Heri Hermawan

Motivasi               :

Pak Heri Sangat senang Memasak, sembari membantu istri dalam memasak, lama-lama Pak Heri mulai berpikir kenapa hanya menyediakan santapan buat keluarga, Pak Heri mulai terjun ke bisnis kuliner ini karena Pak Heri tahu banyak orang yang sibuk dalam pekerjaan hingga tidak memiliki waktu dalam hal memasak, Pak Heri memanfaatkan peluang  bisnis ini hingga akhirnya Pak Heri mulai mencari pekerjaan yang sesuai hobinnya tersebut, karena memiliki relasi dengan beberapa orang, Pak Heri mendapatkan pekerjaan sebagai Koki Hotel Kuriharta Jalan Cendrawasih No 9, setelah beberapa tahun kemudian Pak Heri yang sudah mulai merasakan saatnya berhenti, karena umurnya yang tidak muda lagi, Pak Heri keluar (Resign) dari pekerjaannya sebagai koki Hotel KuriHarta,

lalu karena ingin melanjutkan hobinya dalam hal memasak, Pak Heri bersama istri mulai membuka sebuah warung makan di Jalan Kabupaten, Kampung Bragasan Pedukuhan Wayangan, Trihanggo, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta, dengan modal dari uang hasil kerja mantan koki di Restauran Kuriharta dan Alhamdullilah bertahan hingga saat ini, bisnis kuliner Pak Heri ini awalnya hanya iseng-iseng tetapi teryata banyak peminatnya terutama bagi penulis, jarang sepi walaupun ini hanya warung makan kecil-kecilan tapi lumayan lah buat memenuhi kebutuhan sehari2, Pak Heri membuka warung makan ini agar masyarakat yang sibuk bekerja, tidak sempat memasak bisa mampir ke warung makan ini, sambil bensenda gurau dengan teman kerja, atau masyarakat yang tidak memiliki waktu buat memasak di rumah dapat membeli makanan dan minuman disini buat dibungkus buat di rumah, atau mahasiswa/i yang tidak memiliki peralatan memasak di rumah atau terkadang males buat memasak di kost-kostan sering mampir kesini buat makan ditempat atau dibukngkus buat makan di kost, awalnya Pak Heri hanya menjual menu makanan nasi goreng dan mie goreng, tetapi seiring waktu menunya bertambah hingga saat ini yaitu nasi goreng, mie goreng, magelangan,kwetiau, cap-cay, ayam goreng, lele goreng, Pak Heri berharap dapat membahagiakan orang-orang yang membeli masakannya, dan berharap bisnis berlangsung lama dan dapat membantu perekonomian keluarga walaupun anak-anaknya sudah bekerja semua .

Pasar yg dituju : Masyarakat berupa Pekerja kantor, masyarakat yang tidak sempat memasak di rumah, mahasiswa/i.

Pola kerja            :

pola kerja

Sistem Penjualan &Sistem Pemasaran :

1. Perkenalkan bisnis pada masyarakat

  1. memberikan harga lebih murah, semua menu makanan seharga  Rp. 8000, jika di warung makan lain seharga Rp. 10.000
  2. Menu makanan & minuman yang bervariasi
  3. pelayanan yang ramah.
  4. meminta tolong pelangan kalo enak memberitahukan yang lain.

Perubahan Signifikan               :

1. awalnya Pak Heri hanya menjual menu makanan nasi   goreng dan mie goreng, tetapi seiring waktu  menunya bertambah hingga saat ini yaitu nasi  goreng, mie goreng, magelangan,kwetiau, cap-cay, ayam goreng, lele goreng.

2. ukuran warung makan yang awalnya kecil diperbesar,  tetapi Pak Heri lupa ukuran yang dulu dengan yang sekarang mungkin sekitar 4X6.

Sikap Positif Pelaku usaha            :

1. Rasa Percaya Diri Pak Heri dalam membuka usaha

  1. Berkomitmen dan Disiplin Pak Heri dalam membuka  usaha warung makan.
  2. Jeli melihat peluang Tidak semua orang bisa dengan mudah untuk melihat peluang suatu usaha.
  3. Berani mengambil risiko dalam melakukan suatu usaha warung makan.

Kritik terhadap pelaku                   :

1. kurangnya tenaga kerja sehingga pelangan agak  lama menunggu pesanannya karena hanya 2 orang yang bekerja di warung makan ini yaitu Pak Heri dan Istrinya.

2. tidak adanya wc, sehingga ketika ingin, harus mencari di tempat2 seperti masjid

3. tidak ada tempat cuci tangan hanya mangkok berisi air  sehingga terkadang ketika mencuci tangan kurang bersih.

4.saat membayar terkadang harus menunggu karena mungkin istrinya Pak Heri sedang mengantarkan makanan atau minuman.

Kesimpulan                                        :

Dalam membangun usaha rumah makan, perlu mempertimbangkan beberapa aspek. Yang terpenting adalah aspek pemasaranya. Menjadi seorang pengusaha perlu memiliki kemampuan yang cukup  dalam mengatur dan mengelola usahanya, tidak boleh   asal dalam pengelolaan. Usaha rumah makan cukup  menjamin dalam perolehan labanya. Karena makan adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi manusia.   Kejelian pengusahan dalam menanggapi kebutuhan  konsumen sangat diperlukan, agar keuntungannya juga  sangat bisa dinikmati.

Lampiran :

2 1   4            3

One thought on “Wawancara Usaha Mikro di D.I.Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s